Dosen BKI UIN Sunan Kalijaga Presentasikan Kajian Islam Jawa dalam ICIS 2026
Surakarta, 7 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. dan Anggi Jatmiko, M.A., bersama Alevri Meilinda Fauzima, S.Sos., mahasiswa Program Magister BKI UIN Sunan Kalijaga, berpartisipasi sebagai presenter dalam The 4th International Conference on Islam and Society (ICIS) 2026. Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta pada 7 Oktober 2026.
Ketiganya mempresentasikan artikel berjudul “From Javanese Healing to Cultural Da’wah: Re-theorizing Sepuh, Wutuh, and Tangguh in Javanese Islam.” Artikel ini mengkaji nilai-nilai sepuh, wutuh, dan tangguh dalam kebudayaan Jawa sebagai sumber pemaknaan pengalaman, penguatan diri, serta pemulihan keseimbangan psikologis dan spiritual. Ketiga nilai tersebut juga dipahami sebagai sumber daya budaya yang dapat memperkaya pendekatan dakwah Islam kultural.
ICIS 2026 mengangkat tema “Re-Theorizing Islam Jawa in Contemporary Indonesia”, yang mendorong kajian kritis mengenai hubungan Islam dan budaya Jawa dalam konteks masyarakat kontemporer. Forum ini mempertemukan akademisi dan peneliti untuk mendiskusikan pembentukan identitas Muslim Jawa, interaksi Islam dengan tradisi lokal, serta peran kebudayaan Jawa dalam membentuk ekspresi keberislaman masyarakat.
Salah satu agenda utama konferensi adalah Plenary Session yang menghadirkan lima pembicara. Dr. Amanah Nurish dari Universitas Indonesia membahas keberlanjutan dan perubahan kepercayaan lokal, termasuk tradisi abangan, dalam Islam Jawa kontemporer. Prof. Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, Lc., M.Ag. dari UIN Raden Mas Said Surakarta mengulas bagaimana tradisi dan simbol budaya Jawa menjadi ruang pemaknaan pesan-pesan profetik dalam kehidupan masyarakat.
Dr. Sarah Muwahidah dari University of Edinburgh mengkaji ingatan sejarah, hubungan Sunni–Syiah, dan genealogi Ahlul Bayt dalam sejarah Islam di Jawa dan dunia Melayu. Sementara itu, Prof. Dr. H. Agus Wahyu Triatmo, M.Ag. membahas dakwah pemberdayaan sebagai respons terhadap dominasi kapitalisme di sektor pertanian, dengan menyoroti pemberdayaan petani dan pertanian berkelanjutan. Prof. Mark Woodward dari Arizona State University mengangkat persoalan teoretis dalam memahami kompleksitas Islam Jawa dan Islam di Jawa, termasuk perubahan identitas serta dinamika sejarah masyarakatnya.