Dosen dan Mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga Berpartisipasi dalam IDACON ke-10, Angkat Isu Konseling Islam dan Kehidupan Multikultural
The 10th International Da’wah Conference (IDACON)
Yogyakarta, 30 September 2026 — Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam The 10th International Da’wah Conference (IDACON) yang diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026. Mengusung tema “Da’wah, Humanity, and Global Coexistence: Repositioning Religion in a Fragmented World”, konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan tentang peran dakwah dan agama dalam merespons persoalan kemanusiaan serta membangun kehidupan bersama di tengah keragaman.
Partisipasi Prodi BKI diwujudkan melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam sesi presentasi call for papers bertema “Digital Da'wah and Islamic Counseling in Multicultural Societies: Promoting Moderation and Peaceful Coexistence”. Berdasarkan daftar tim makalah, sebanyak 11 dosen dan 8 mahasiswa S1 BKI terlibat dalam lima makalah yang dijadwalkan untuk dipresentasikan. Kegiatan tersebut juga melibatkan tujuh mahasiswa Magister BKI dalam kolaborasi penelitian bersama dosen.
Sebelas dosen yang tercantum dalam tim makalah tersebut ialah Nurjannah, Casmini, Moh. Khoerul Anwar, Arya Fendha Ibnu Shina, Nailul Falah, Ferra Puspito Sari, Zaen Musyrifin, Anggi Jatmiko, Nur Fitriyani Hardi, A. Said Hasan Basri, dan Slamet. Adapun delapan mahasiswa S1 BKI yang berpartisipasi ialah Ananda Putri, Aisyah Febrianti, Nur Julianto, Nafisa Athaya Firdausi, Viandra Seiscara Avalokita, Naura Fadhila, Rizki Dwi Rahma, dan Khadhi’ Zayani.
Tema-tema makalah yang dibawakan memperlihatkan luasnya perhatian keilmuan BKI terhadap persoalan keluarga, remaja, lansia, serta pemberdayaan komunitas. Melalui perspektif konseling Islam, para dosen dan mahasiswa mengangkat persoalan psikologis, sosial, dan spiritual yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat multikultural.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa S1 BKI
Pada bidang keluarga, tim Arya Fendha Ibnu Shina, Nailul Falah, Ferra Puspito Sari, Zaen Musyrifin, dan Anggi Jatmiko bersama mahasiswa Ananda Putri, Aisyah Febrianti, dan Nur Julianto mengangkat makalah berjudul “The Parental Caregiving Gap and Its Implications for Baby Blues Risk: A Baseline PAR Study in Sawangan Village”. Makalah ini membahas kesenjangan pengasuhan orang tua dan implikasinya terhadap risiko baby blues melalui studi awal penelitian tindakan partisipatif di Desa Sawangan. Tema tersebut menempatkan dukungan keluarga dan pembagian peran pengasuhan sebagai persoalan yang relevan bagi pengembangan layanan BKI.
Perhatian terhadap kehidupan remaja ditampilkan oleh Nur Fitriyani Hardi dan A. Said Hasan Basri bersama Nafisa Athaya Firdausi, Viandra Seiscara Avalokita, dan Naura Fadhila. Tim ini mengangkat makalah “Self-Concept and Meaning in Life among Adolescents in Social Rehabilitation: An Islamic Counseling Perspective in a Multicultural Society”. Kajian tersebut membahas konsep diri dan makna hidup remaja dalam rehabilitasi sosial melalui perspektif konseling Islam, dengan memperhatikan keragaman latar belakang kehidupan mereka.
Sementara itu, Slamet bersama Rizki Dwi Rahma dan Khadhi’ Zayani membawakan makalah “Building Self-Confidence among Adolescents in Facing the Future through Psychoeducation-Based Guidance and Islamic Religious Values”. Makalah ini mengangkat pengembangan kepercayaan diri remaja dalam menghadapi masa depan melalui bimbingan berbasis psikoedukasi dan nilai-nilai agama Islam. Tema tersebut menunjukkan keterkaitan antara pendampingan psikologis dan penguatan nilai spiritual dalam layanan bagi remaja.
Keterlibatan delapan mahasiswa S1 BKI dalam ketiga tim tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman akademik melalui kerja sama penelitian bersama dosen. Forum konferensi internasional juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses penyampaian karya ilmiah, mengikuti diskusi, dan memperluas pemahaman mengenai penerapan keilmuan BKI dalam persoalan masyarakat.
Partisipasi Prodi BKI juga tampak dalam pengelolaan forum akademik. Pada sesi bertema dakwah digital dan konseling Islam tersebut, Moh. Khoerul Anwar bertugas sebagai reviewer, sedangkan Zaen Musyrifin bertindak sebagai moderator. Keduanya turut mendukung berlangsungnya pertukaran gagasan antara peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui keikutsertaan dalam IDACON ke-10, Prodi BKI memperkuat keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional sekaligus memperluas ruang dialog keilmuan. Kelima makalah tersebut menunjukkan kontribusi kajian BKI dalam membahas kebutuhan pendampingan masyarakat, mulai dari pengasuhan keluarga, perkembangan remaja, kesejahteraan lansia, hingga pemberdayaan komunitas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan budaya akademik yang menghubungkan pembelajaran, penelitian kolaboratif, dan persoalan nyata di masyarakat. Partisipasi dosen dan mahasiswa BKI diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan konseling Islam yang peka terhadap konteks kehidupan, menghargai keragaman, serta mendukung kemanusiaan dan kehidupan bersama yang damai.