Prodi BKI UIN Sunan Kalijaga Gelar Kuliah Umum “Penguatan Kompetensi Konselor Islam”, Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Masyarakat Multikultural

Yogyakarta – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Penguatan Kompetensi Konselor Islam” pada Jumat, 22 Mei 2026 di Gedung Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa BKI, khususnya angkatan 2025, sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi akademik dan profesional calon konselor Islam.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kepakaran di bidang Bimbingan dan Konseling Islam, yaitu Dr. Hj. Ainun Diana Lating, M.Si. dari Program Studi BKI UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dan A. Said Hasan Basri, S.Psi., M.Si. dari Program Studi BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa mengenai kompetensi yang harus dimiliki konselor Islam dalam menghadapi dinamika masyarakat kontemporer.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi BKI UIN Sunan Kalijaga menegaskan bahwa tantangan profesi konselor saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya masyarakat yang semakin beragam secara budaya, sosial, dan psikologis. Oleh karena itu, mahasiswa BKI perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan teoritis, tetapi juga kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pada sesi pertama, Dr. Ainun Diana Lating, M.Si. menyampaikan materi mengenai kompetensi konselor multikultural sebagai bagian penting dari penguatan kompetensi konselor Islam. Beliau menekankan bahwa konselor harus memiliki kesadaran budaya (cultural awareness), pengetahuan budaya (cultural knowledge), keterampilan multikultural (cultural skills), sensitivitas sosial dan empati, etika profesional, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang beragam. Kompetensi tersebut diperlukan agar layanan konseling dapat berlangsung secara inklusif, humanis, dan menghargai keberagaman latar belakang konseli.

Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa konselor Islam perlu memahami identitas budayanya sendiri, menghindari stereotip dan prasangka, serta mampu menyesuaikan pendekatan konseling dengan nilai dan budaya yang dimiliki konseli. Dengan demikian, konseling dapat menjadi ruang yang aman dan efektif bagi individu dari berbagai latar belakang sosial dan budaya.

Sesi kedua diisi oleh A. Said Hasan Basri, S.Psi., M.Si. yang membahas tema “Konseling Mikro-Makro Komunitas”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa konseling tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui pendekatan komunitas. Konseling komunitas berperan penting dalam menjangkau kelompok rentan, memberikan layanan preventif, memperkuat sistem dukungan sosial (support system), serta memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.

Beliau juga menjelaskan pentingnya integrasi pendekatan mikro dan makro dalam praktik konseling komunitas. Pendekatan mikro berfokus pada hubungan langsung antara konselor dan individu atau kelompok kecil, sedangkan pendekatan makro diarahkan pada perubahan sosial, pemberdayaan masyarakat, advokasi kebijakan, serta pengembangan program berbasis komunitas. Integrasi kedua pendekatan tersebut menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki konselor Islam di era modern.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai peran strategis konselor Islam dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari isu multikulturalisme, kesehatan mental, pemberdayaan komunitas, hingga penguatan ketahanan sosial. Kuliah umum ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Program Studi BKI UIN Sunan Kalijaga dalam menyiapkan lulusan yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan layanan konseling yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin kompleks dan beragam.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan profesi konselor Islam di masa depan. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa BKI semakin siap menjadi konselor Islam yang kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan masyarakat yang inklusif, moderat, dan berkeadaban.

#BKIUINSuka #KuliahUmumBKI #KonselorIslam #KonselingMultikultural #KonselingKomunitas #FDKUINSuka #UINSunanKalijaga