Prodi BKI UIN Sunan Kalijaga Gelar Review Kurikulum: Mantapkan Arah Kompetensi Lulusan

Prodi BKI UIN Sunan Kalijaga Gelar Review Kurikulum: Mantapkan Arah Kompetensi Lulusan

Yogyakarta, 28 Agustus 2025 – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum dengan melibatkan dosen, praktisi, serta sejumlah mitra kerja dari berbagai instansi. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kurikulum yang digunakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi lulusan di tengah perkembangan sosial yang dinamis.

Dalam pembukaan, Ketua Program Studi menyampaikan bahwa saat ini Prodi BKI masih menggunakan tiga kurikulum sekaligus, yakni kurikulum 2016, 2020, dan 2024. Mahasiswa yang memasuki semester 4 dan 5 diarahkan untuk memilih peminatan dalam bidang pendidikan, sosial, maupun keluarga. Karena itu, masukan dari berbagai pemangku kepentingan dianggap penting agar arah kurikulum dapat benar-benar mengakomodasi kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa untuk berkontribusi setelah lulus.

Said Hasan Basri, M.Si selaku tim Monitoring dan Evaluasi Kurikulum menegaskan bahwa BKI saat ini termasuk program studi yang paling diminati secara nasional, berada di peringkat lima besar dari 51 prodi serupa. Menurutnya, meningkatnya atensi masyarakat terhadap isu kesehatan mental menjadi faktor pendorong tingginya minat tersebut. Namun, tingginya animo mahasiswa perlu diimbangi dengan penguatan kurikulum agar khas dan relevan dengan pasar kerja. Ia menambahkan bahwa selama ini evaluasi kurikulum lebih banyak bersifat internal, sementara kebutuhan dunia kerja dan tantangan lapangan masih jarang disentuh secara serius. Karena itu, tracer study, pengembangan instrumen evaluasi, serta peninjauan capaian pembelajaran lulusan menjadi agenda penting dalam pengembangan kurikulum mendatang.

Sejalan dengan itu, Slamet, M.Si memaparkan bahwa profil lulusan BKI diarahkan menjadi praktisi bimbingan konseling, penyuluh agama, wirausahawan, maupun asisten peneliti. Prodi menargetkan minimal 60 persen mahasiswa dapat lulus tepat waktu dalam empat tahun, dengan rata-rata IPK di atas 3,3 dan mayoritas 3,5. Selain itu, lebih dari separuh lulusan diharapkan dapat bekerja sesuai dengan profilnya, dengan waktu tunggu kurang dari enam bulan setelah kelulusan. Kurikulum terbaru tahun 2024 secara khusus memfokuskan peminatan pada tiga bidang utama: Bimbingan Konseling Keluarga, Sosial, dan Pendidikan, dengan dukungan kerja sama dari mitra yang luas, mulai dari rumah sakit, KUA, panti asuhan, panti wreda, hingga lembaga pemasyarakatan.

Dalam sesi diskusi, sejumlah mitra eksternal turut memberikan masukan yang sangat konstruktif. Perwakilan Lembaga Pemasyarakatan menyampaikan bahwa meskipun formasi CPNS untuk jurusan BKI belum tersedia, kebutuhan akan tenaga konselor sangat besar, terutama untuk mendampingi warga binaan yang memerlukan perhatian serius. RSUP Dr. Sardjito menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, pelayanan rohani pasien, serta keterampilan perawatan jenazah. Sementara itu, pihak sekolah seperti MAN 2 Sleman dan SMP Ali Maksum menyoroti perlunya penguatan keterampilan administrasi guru BK, kemampuan asesmen, serta penggunaan media interaktif berbasis digital untuk menunjang pembelajaran. Dari KUA Kota Gedhe, masukan difokuskan pada kebutuhan bimbingan keluarga, termasuk isu pernikahan dini, potensi perceraian, hingga materi konseling calon pengantin.

Berbagai masukan tersebut menjadi catatan penting bagi Prodi BKI dalam merancang kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ketua Program Studi menegaskan bahwa review kurikulum ini sekaligus menjadi upaya Prodi BKI untuk merumuskan kekhasannya di tengah lebih dari 300 prodi sejenis di PTKIN se-Indonesia. Dengan demikian, lulusan BKI UIN Sunan Kalijaga diharapkan memiliki kompetensi yang unggul, aplikatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun di masyarakat luas.