Kartu Jelajah Masa: Inovasi Konseling BKI UIN Sunan Kalijaga yang Hadirkan Senyuman Lansia dan ODGJ di Panti Hafara
Kartu Jelajah Masa: Inovasi Konseling BKI UIN Sunan Kalijaga yang Hadirkan Senyuman Lansia dan ODGJ di Panti Hafara
Yogyakarta – Upaya menghadirkan layanan konseling yang lebih humanis dan aplikatif kembali ditunjukkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kalijaga melalui inovasi media permainan “Kartu Jelajah Masa.” Media ini diimplementasikan dalam kegiatan BKI Berbagi 2026 di Rumah Jiwa (Panti) Hafara Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Prodi BKI UIN Sunan Kalijaga dengan Event Counselor Charity 2024, yang mengusung semangat pengabdian berbasis keilmuan sekaligus praktik konseling di masyarakat.
Media permainan Kartu Jelajah Masa merupakan media edukatif yang dikembangkan oleh Dr. Zaen Musyirifin bersama tim mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Media ini dirancang sebagai sarana fasilitatif untuk membantu lansia dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam mengekspresikan pengalaman hidup, emosi, serta refleksi diri secara lebih terarah dan bermakna.
Dalam pelaksanaannya, para peserta diajak untuk membuka kembali memori masa lalu melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif yang terdapat dalam kartu. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Lansia dan ODGJ tampak antusias saat mulai menceritakan pengalaman hidup mereka—mulai dari kenangan masa kecil, perjalanan hidup, hingga pesan-pesan bermakna yang ingin mereka sampaikan.
Proses ini tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga membangun ruang terapeutik. Para volunteer berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dengan pendekatan empatik, sehingga peserta merasa aman untuk berbagi. Interaksi yang terjadi tidak sekadar komunikasi biasa, melainkan menjadi pengalaman yang menyentuh secara emosional.
“Melalui kegiatan ini, kami melihat bagaimana lansia menjadi lebih terbuka, lebih ekspresif, dan lebih terhubung satu sama lain,” ujar salah satu volunteer.
Respon peserta menunjukkan hasil yang sangat positif. Lansia dan ODGJ terlibat aktif dalam permainan, menunjukkan ekspresi emosional yang lebih hidup, serta terciptanya dinamika sosial yang hangat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis reminiscence—yang mengajak individu meninjau kembali pengalaman hidup—mampu menjadi metode efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Secara teoretis, media ini berangkat dari pendekatan reminiscence therapy, yang menekankan pentingnya memori autobiografis dalam membantu individu membangun makna hidup, integrasi identitas, serta penerimaan diri. Dalam praktiknya, pendekatan ini terbukti mampu menjembatani kebutuhan emosional lansia melalui cara yang sederhana namun bermakna.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, media Kartu Jelajah Masa secara resmi dihibahkan kepada pihak Panti Hafara Yogyakarta. Diharapkan, media ini dapat digunakan secara rutin dalam kegiatan pendampingan lansia dan layanan psikososial di panti.
Bagi tim pengembang, keberhasilan implementasi ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis keilmuan dapat memberikan dampak nyata di masyarakat.
Kegiatan ini menjadi representasi kuat bahwa sinergi antara dunia akademik dan pengabdian sosial mampu melahirkan pendekatan konseling yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif, humanis, dan menyentuh sisi terdalam kehidupan manusia.
Dokumentasi :